Diresume dari buku berjudul Essentials of Health Information Management karya Michelle A. Green dan Mary Jo Bowie pada sub chapter ke-3 (Health Care Settings), Acute Care Facilities (Hospital)
Fasilitas perawatan akut (ACF) adalah pelayanan kesehatan yang
di sediakan oleh rumah sakit untuk pasien yang memiliki kondisi serius,
tiba-tiba atau penyakit akut atau cedera dan atau yang harus dilakukan operasi
tertentu. ACFs menyediakan berbagai pelayanan perawatan kesehatan, termasuk
layanan tambahan, darurat dan perawatan untuk kondisi kritis, bedah, kebidanan
(persalinan) dan sebagainya. Layanan tambahan untuk ACFs adalah diagnostic dan
layanan terapi yang diberikan kepada pasien rawat inap dan rawat jalan
(misalnya laboratorium, terapi fisik dan sebagainya).
Lamanya rawat inap di
rumah sakit ialah kurang dari 30 hari, meskipun beberapa pasien mungkin tinggal
lebih lama jika secara medis diperlukan. Karena setiap rawat inap sangat mahal,
pemanfaatan atau memantau manajerial kasus perawatan pasien dapat digunakan
untuk menentukan apakah pelayanan perawatan kesehatan akut yang diperlukan.
Rumah sakit telah menyelenggarakan sebuah pelayanan medis staf professional
serta tempat tidur rawat inap 24 jam sehari. Fungsi utama rumah sakit adalah
untuk memberikan rawat inap medis, keperawatan dan lainnya yang berhubungan
dengan pelayanan kesehatan untuk pasien dengan kondisi bedah dan non-bedah,
mereka biasanya juga menyediakan rawat jalan dengan beberapa jasa.
Rumah sakit
dikategorikan menjadi (1) rumah sakit tunggal (merupakan bagian rumah sakit
yang mandiri dan bukan dari organisasi besar) dan (2) rumah sakit multi sistem
(dua atau lebih rumah sakit yang dimiliki, dikelola atau disewakan oleh suatu
organisasi, biasanya rumah sakit ini memiliki fasiilitas untuk penyakit
akut,penyakit jangka panajang, penyakit anak, untuk rehabilitasi dan atau
perawatan kejiwaan). Pertimbangan lain ketika
membahas rumah sakit milik organisasi adalah dapat mengidentifikasi populasi
yang dialyani oleh fasilitas perawatan kesehatan, yang berarti bahwa perawatan kesehatan
diberikan untuk kelompok orang tertentu. Beberapa rumah sakit spesialis pengobatan
anak-anak (misalnya rumah sakit anak) sementara yang lain memiliki unit khusus.
Ukuran dan total empat tidur untuk rawat inap rumah sakit adalah fasilitas yang
telah di lisensi Negara. Untuk mengetahui rata-rata lamanya menginap di rumah
sakit (LOS) ialah dengan menentukan apakah menginap di rumah sakit dalam jangka
waktu yang pendek atau lama, dengan LOS antara 4-5 hari dan total LOS krang
dari 25 hari atau jangka panjang, dengan rata-rata LOS lebih besar dari 25
hari.
Contoh:
Pasien di rawat pada 5 April dan dipulangkan pada 10 April. Untuk menghitung LOS, hitunglah hari masuk tetapi bukan debit hari. LOS pasien ini adalah 5 hari.
Pasien di rawat pada 5 April dan dipulangkan pada 10 April. Untuk menghitung LOS, hitunglah hari masuk tetapi bukan debit hari. LOS pasien ini adalah 5 hari.
Rumah sakit juga di kategorikan sebagai berikut:
- Rumah sakit akses kritis (CAHs) adalah mereka yang terletak lebih dari 35 mil jauhnya dari rumah sakit lain atau CAH lain, atau mereka adalah Negara yang telah disertifikasi sebagai sebuah penyedia pelayanan kesehatan untuk penduduk setempat. Kriteria jarak tempuh ialah sampai 15 mil dalam area jalan sekunder yang tersedia atau medan pegunungan. CAHs harus memberikan layanan 24 jam sehari dalam pelayanan keseatan dan mempertahankan tidak lebih dari 15 tempat tidur rawat inap (kecuali untuk tempat tidur ayunan, ini merupakam fasilitas yang dimiliki hanya 25 tempat tidur rawat inap, jika tidak lebih dari 15 yang digunakan pada saat perawatam fase akut).
- Rumah sakit umum memberikan perawatan darurat, melakukan bedah umum dan menangani pasien untuk masalah seperti patah tulang dan penyakit jantung berdasarkan lisensi Negara.
- Rumah sakit khusus berkonsentrasi pada populasi pasien khusus misalnya anak atau katergori penyakit yang gawat seperti kanker.
- Rumah sakit perawatan perilaku kesehatan mengkhususkan diri dalam merawat individu dengan trauma misalnya kecelakaan mobil atau penyakit seperti stroke. Hospitalist adalah dokter yang menghabiskan sebagian besar waktu mereka di rumah sakit untuk menangani pasien rawat inap.
- Pasien rawat jalan ditangani pada hari yang sama dan tidak menginap di rumah sakit. Lamanya mereka tinggal maksimalnya adalah dari 23 jam, 59 menit dan 59 detik.
- Pasien bedah ambulatory menjalani prosedur tertentu yang dapat dilakukan pada pasien rawat jalan, lamanya menginap maksimal 23 jam, 59 menit dan 59 detik. Jika mereka memerlukan menginap lebih lama lagi, mereka harus di rawat sebagai pasien rawat inap. Untuk pasien darurat diberlakukan perawatan untuk masalah mendesak misalnya trauma dan di rawat di rumah sakit sebagai pasien rawat inap.
- Pasien rawat inap mendapat fasilitas 24 jam atau lebih dengan disediakan kamar, makan serta pelayanan keperawatan.
- Bayi baru lahir mendapatkan perawatan intensif neonatal baik di dalam rumah sakit atau rujukan ke rumah sakit lain.
- Menurut medicare rumah sakit manual, pasien yang di observasi menerima jasa sebuah tempat di rumah sakit yang diperintahkan oleh dokter atau orang yang berwenang, termasuk penggunaan tempat tidur dan pemantauan berkala oleh keperawatan atau staf yang wajar dan diperlukan adanya evaluasi kondisi rawat jalan atau menentukan kebutuhan rawat inap.
- Perawatan subakut disediakan rumah sakit yang memberikan perawatan khusus penyakit akut seperti kemoterapi, cedera, ventilator, dan jenis-jenis layanan perawatan kesehatan yang diberikan secara serius untuk pasien.
